SULTENG – Besok, pesta demokrasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah digeber, 20 Mei 2026 di The Sya Hotel Jalan Samratulangi Palu.
Steering Committee – panitia pengarah memutuskan tiga nama bakal calon menjadi calon ketua umum. Ketigannya sesuai abjad adalah Endi Hermawan, Gufron Ahmad dan Nur Rahmatu. Ketiganya dikenal luas sebagai pengusaha. Bahkan Endi dan Nur Rahmatu politisi sebuah partai politik.
Lantas siapa punya kans untuk running di arena Musyawarah Provinsi (Musprov) ke VIII. Apakah sang petahana, Nur Rahmatu masih kuat cengkeraman di akar voter’s? Atau justeru Endi dan Gufron justeru adu kuat menggaet energi Kadin kabupaten dan kota?
Di ruang publik, Kadin Parigi Moutong mesra dengan Caketum Gufron Ahmad. Bahkan, lima suara Kadin Palu bakal solid ke ketuanya sendiri. Yaitu Gufron kini pegang kendali atau nahkoda Kadin Kota Palu.
‘’Lima suara setiap Kadin tidak mesti solid. Aslinya masih cair, belum ada konsolidasi dan sentuhan akhir. Bisa solid dan bisa cair di forum Musprov,’’ sergah salah satu anggota Kadin Sulteng ke wartawan muda kailipost.com Senin, 18 Mei 2026 di Palu.
Setidaknya, Caketum Gufron Ahmad memiliki pundi 10 suara. Kadin Palu dan Parimo. Bagaimana dengan Caketum Endi Hermawan? Ia lebih besar lagi klaimnya. Informasinya didukung tiga Kadin. Yaitu Kadin SIgi, Kadin Donggala dan Kadin Tolitoli.
Mudah dibaca siapa saja Ketua ketiga Kadin yang diklaim ke Endi. Yaitu kabupaten yang satu aliran politik dengan Endi. ‘’Ya ini jelas warnanya. Faisal ketua timses jelas. Dan dua kabupaten itu juga jelas,’’ tandas sumber lain. Bila dihitung pundi Endi potensi 15 suara.
Bagaimana dengan Caketum petahana, Nur Rahmatu? Hingga berita ini disajikan ke pembaca, timses Nur enggan memberi bocoran. Baik Muharram Nurdin nomor kontaknya tak aktif. ‘’Nur wajib merebut suara provinsi dua dan suara Kadin Indonesia. Karena belum ada nampak dukungan daerah ke petahana,’’ jelas pelaku usaha berbasis makanan dan restoran di Palu.
BISA BERUBAH ANGIN
Menurut ketentuan setiap Kadin kabupaten/kota memiliki hak lima hak suara. Sedangkan Kadin yang masih dipegang pelaksana tugas hanya memiliki satu suara. Yaitu Kadin Kabupaten Poso dan kabupaten lain. Sedangkan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) belum disetujui memiliki suara. Benarkah ini dapat berpeluang mendukung petahana Nur Rahmatu?
Sementara, lima suara per kabupaten yang belum menentukan gerakan antara lain Kadin Buol, Morut, Morowali, Banggai, dan Banggai Laut. Total 25 suara. Akankah 25 suara ini akan pecah terbagi ke ketiga Caketum? Bila pecah maka konstelasinya akan semakin sengit.
Singkatnya hingga kini menjelang Musprov ke VIII belum ada yang jumawa memiliki kantong suara terbesar. Atau ketiga Caketum dan timsesnya masih menutup rapat kekuatan voter’s agar tak tercium kekuatan lawan.
DUKUNGAN GUBERNUR
Dukungan gubernur di forum se mentereng Kadin provinsi dapat dikait-kaitkan. Mendukung atau respon ke salah satu kandidat. Karena kekuatan politik gubernur sangat riel bila ‘mengharapkan’ salah satunya untuk didukung.
Tetapi, sejak tadi pagi Gubernur Anwar Hafid bertolak ke Tiongkok kunjungan kerja invetasi di Provinsi Hainan dan Provinsi Sicuan hingga 21 Mei 2026 mendatang sebagaimana izin Kemensesneg RI.







