Seminar Mitigasi Bencana di Teluk Palu, Kurangi Resiko Kerugian Bencana

  • Whatsapp

Reporter: Yohanes Clemens


Muat Lebih

IKATAN Mahasiswa Perencanaan Indonesia (IMPI) Korwil
Indonesia Timur, Regional Palu, bekerjasama dengan Program Studi Perencanaan
Wilayah dan Kota Universitas Tadulako, menggelar seminar  Tanggap Isu:
Mitigasi Bencana di Teluk Palu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung
Auditorium Fakultas Teknik Untad.


Reynard Sacti Pabinaan, selaku Ketua Panitia, mengungkapkan selain sebagai
program kerja, seminar ini juga dilaksanakan untuk membahas isu mengenai
mitigasi pasca bencana yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan akhir-akhir
ini. Dimana ada dua pandangan yang berbeda, tentang pembangunan tanggul atau
penanaman pohon manggurove.
“Jadi, melihat sedang hangatnya isu tersebut
dikalangan masyarakat, kita mencoba melihat dengan sudut pandang disiplin Ilmu
Perencanaan Wilayah dan Kota. Untuk itu, seminar ini kita mencoba menghadirkan
beberapa pembicara yang berkompetensi dibidang tersebut. Secara, kelembagaan
kita juga belum mempunyai sikap untuk mendukung pemabangunan tanggul atau
penanaman mangguruve,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, seminar ini diharapkan dapat mengasilkan gagasan
yang matang terkait penanganan mitigasi bencana di teluk Palu. Dengan begitu,
pihaknya akan terus mengaspirasikan dan mengawal gagasan tersebut, sehingga
pemerintah dapat mengambil keputusan yang tepat untuk melahirkan kebijakan
kedepannya.

Sementara itu, untuk, jumlah peserta yang hadir, kata dia, sekitar 200 orang,
peserta berasal dari pengamat lingkungan, masyarakat, namun didominasi oleh
mahasiswa Untad. Seminar ini sengaja dibuat terbuka untuk umum, agar seluruh
masyarakat dapat memahami dengan benar terkait isu tanggap bencana dalam
penanganan pasca bencana.

“Hasil dari seminar ini kita akan rembuk bersama panitia dan birokrasi
ditataran perencanaan wilyah dan kota, agar hasil dari seminar ini bisa
dipaparkan ke pemerintah. Kalau memang gagasan kita diterima oleh pemerintah,
tentunya kami siap berkerjasama dan mengawalnya. Namun, jika gagasan kita
ditolak, kita juga sangat legowo,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dekan Fakultas Teknik Untad, Andi Rusdin, M.Eng, PhD, yang baru
saja dipilih, menuturkan, secara kelembagaan Fakultas Teknik sudah membangun
kejasama dengan beberapa pihak, dalam penanganan penangulangan bencana di Kota
Palu dan sekitarnya. Seminar ini juga merupakan salah satu upaya untuk
menentukan langkah yang tepat terhadap penangulangan bencana di Kota Palu dan
sekitarnya.

“Masyarakat Kota Palu harus
selalu waspada, sebagai daerah yang berpotensi cukup tinggi untuk terjadinya
bencana. Olehnya sudah seharusnya ada perencanaan yang matang untuk mengurangi
resiko terjadi bencana. Sebab, bencana tidak bisa dicegah, itu sebabnya
pendidikan kebencanaan sangat penting,” cetusnya.**

Pos terkait

banner 580x60