Pilwakot Palu 2020: ‘Next to Next’

  • Whatsapp
Pemimpin Redaksi (Pemred) Kaili Post, Andono Wibisono/Foto: Kailipost.com
banner 728x90

Oleh : Andono Wibisono

PESTA Politik lima tahunan Kota Palu kali ini (2020) paling menarik diamati. Bukan karena jumlah perempuan yang tampil hampir sama dengan jumlah laki – laki. Tapi dari semua aspek. Saya coba ingin menariknya dari berbagai aspek yang saya ketahui dan pahami.

Pertama; dari aspek bias gender tokoh politik yang diusung untuk bertarung oleh partai politik. Ada tiga perempuan. Satu Calon Wali Kota yaitu Imelda Liliana Muhidin dan dua calon Wakil Wali Kota yaitu Reny A Lamadjido dan Hapsa Yanti Ponulele. Tampilnya tiga perempuan ini berdampak begitu besar bagi partisipasi perempuan Palu di panggung depan politik. Selama ini perempuan hanya obyek dari sebuah elektoral lima tahunan.

Bacaan Lainnya

Kedua; data pemilih tetap yang sudah diputuskan bahwa di Palu 09 Desember 2020 nanti, atau 33 hari lagi akan ada 4 ribuan lebih perempuan yang melebihi jumlah pemilih laki – laki. Artinya, pemilih perempuan lebih besar dari pemilih laki – laki. Secara demografis bahwa potensi perempuan lebih besar untuk ‘next to next’ atau ketat dengan laki – laki.

Ketiga ; Gercapol – gerakan cepat politik keempat Paslon memang patut diapresiasi. Survey membuktikan bahwa keterpautan angka sangat ketat. Bahkan ada lembaga survei (tidak bisa disebutkan) bahwa awal Oktober hingga akhir Oktober menyebut keterpautan antar paslon hanya nol koma. Artinya, bahwa nect to nect makin membuat seluruh tumpah darah timses dikerahkan.

Keempat; dengan jumlah pemilih tetap 250 ribuan lebih maka bila dibagi rata setiap Paslon harus memiliki dulangan suara pemilih 50 ribuan di atas. Dengan demikian potensi kemenangan di atas 50 ribuan. Bila tidak akan kalah. Termasuk petahana. Tampilnya wajah wajah baru atau new entry politik di ajang Pilkada ternyata memperoleh apresiasi besar warga pasca bencana alam dua tahun lalu. Buktinya kita bisa lihat hasil survey dan Gercapol selama ini.

Warga Amerika baru saja menentukan siapa presidennya. Trump si petahana terancam kalah karena pertarungannya dengan Jhon Biden juga ketat. Bahkan sejumlah polling menyebut Trump kalah tipis. Antara 54 – 46. Televisi aliran Kanan, Foxs News yang anti Demokrat jujur mengakui Trump kalah tipis dalam jajak politik. ***

banner 780x80

Pos terkait

banner 780x80