KONGLOMERAT HATI

Hari ini,- Rabu 21 Juli 2021 Rakyat Merdeka versi E-paper memilih headline Sandi Begitu Dermawan – dg sub judul 1000 hewan kurban. Dia adalah Sandiaga Salahudin Uno atau nama bekennya Sandi. Mantan Cawapres RI.

Menyerahkan hewan kurban sebanyak itu di masa pandemi bukan hal sepele. Antara Momentum atau Memilih Irit (kurban sekedarnya). Dalam kasanah tauhid antara ‘cinta dunia’ atau ‘hidayah Allah’

Kurban bagi yang mampu wajib. Di masa pandemi berkurban hewan tidak hanya dibutuhkan secara sosilogis religi tapi juga momentum sosiologis religius. Banyak orang mati karena virus sudahlah berdebat pro kontranya. Tapi Orang sekarat penghidupannya akibat Pandemi pasti semua setuju tanpa pro kontra.

Ekonomi ambruk. Presiden Jokowi juga katakan Ini Masa Sulit. Sangat berat. Bahkan Sri Mulyani, menteri keuangan bakal 20 tahun ( masa SBY dan Jokowi) juga sibuk nyari utangan 515 T rupiah untuk nutupi kuartal II 2021.

Sektor mikro juga ‘ngap ngap’ bukan hanya mati segan hidup tak mau. Tapi sudah mati dan tak segan segan mati seterusnya bila tidak segera ada ‘Pemimpin Kuat Segera Atasi Krisis Ini’

Sekarang banyak Orang Kaya parno miskin dan ikut sekarat dengan orang di bawah. Dan Sandi membantahnya tak semua orang kaya takut akan kemiskinan.

Yang menjijikkan lagi orang orang Kaya itu mendadak bijak menjadi Influencer dan cuit cuit di Medsos ‘Jaga Diri di Rumah Saja’ Jaga Anak dan Istri bla bla bla. Padahal Influencer OKB itu jari jarinya memesan semua makanan siap saji lewat Ojol. Ojol datang, bayar makan sepuasnya dengan anak istri.

Ia tidak sadar, Ojol tidak di rumah saja. Ia harus keluar agar anak dan keluarganya tak mati kelaparan. Ojol lah yang membuat para Influencer bisa bicara ‘Di rumah saja’ – inilah pola baru ‘kemunafikan’ akibat Pandemi. Mengaku baik dan bijak tapi kakinya penuh darah dan air mata orang.

Bila konglomerat sekelas Sandi rata – rata 1000 ekor berkurban. Atau spesifiknya konglomerat Muslim karakter hidayahnya sekelas Sandi, mungkin sejak kemarin sampai hari ini banyak orang orang miskin di Indonesia dapat makan daging. Dapat merasakan makna pengorbanan yang kaya untuk saudaranya yang miskin.

Pandemi, menguji semua makhluk bumi. Termasuk menguji sifat manusia. Apa makin bahqil? Makin cinta dunia atau makin ta waduh mencintai Allah. Melepas hartanya karena kecintaan pada Allah. (Cak Ando – ando.1509@gmail.com)

banner 728x90

Pos terkait