Morowali: Guru Kontrak Sudah Tiga Bulan Tak Dibayar

banner 728x90

Morowali,- Menjalankan tugas pengabdian sebagai guru kontrak di Kabupaten Morowali merupakan suatu kebanggaan bagi tenaga pendidik dalam membantu mencerdaskan putra putri bangsa.

Namun demikian, pengabdian tersebut menjadi sedikit terganggu akibat sudah berjalan tiga (3) bulan terhitung sejak Juli 2021 hingga sekarang, para guru kontrak belum menerima gaji.

Meskipun demikian, para tenaga pendidik harus tetap tampil tegar dan kuat dalam berpartisipasi mencerdaskan generasi bangsa, ditengah kesulitan ekonomi yang di alami selama 3 bulan tersebut, apalagi di masa pandemi Covid-19.

Salah seorang guru kontrak yang enggan disebut namanya, mengaku harus mencari pinjaman untuk sekedar bisa bertahan hidup, karena dirinya tidak memiliki penkerjaan sampingan atau pendapatan lain diluar guru kontrak.

Ia benar-benar hanya berharap dan mengandalkan gaji sebagai guru kontrak yang diterima setiap bulannya, dan harus fokus pada tugasnya untuk mengajar.

“Saya harus fokus pada pekerjaan saya sebagai tenaga pengajar. Kalau saya kerja sampingan, saya khawatir tugas saya akan terganggu, sejak belum terima gaji, kami terpaksa harus pinjam ke teman atau keluarga. Apa boleh buat karena kebutuhan semua mendesak. Gaji yang kami harapkan setiap bulannya sampai saat ini belum ada, udah berjalan tiga bulan terakhir” ungkapnya.

Guru kontrak lainnya yang mengajar pada salah satu Sekolah Dasar di Morowali juga mengalami hal yang sama. Ia terpaksa harus rela turun ke laut pada malam hari untuk memancing ikan, yang kemudian dijual guna membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun mengaku, sudah 3 bulan belum menerima gaji sebagai guru kontrak.

“Setiap malam saya turun memancing, berangkat sekitar jam 10 malam dan balik ke rumah sekitar pukul 5 pagi, lumayan bisa menutupi kebutuhan rumah tangga. Gaji yang saya harap senilai Rp2.300.000,- per bulan, sudah 3 bulan ini belum kami” ungkapnya.

Ditanyakan penyebab keterlambatan pembayaran gaji tersebut, ia mengatakan, ada beberapa penjelasan dari Kepala Dinas Pendidikan Daerah tentang keterlambatan pembayaran Guru Honorer Daerah, dimana terkait gaji Guru Honda saat ini administrasi sudah tuntas namun masih menunggu sinkronisasi ABPD Perubahan ke SIPD dan Simda. Yang belum dibayar adalah bulan Juli, Agustus dan untuk bulan September, penagihannya nanti di bulan Oktober. “Itu adalah keterangan yang kami peroleh dari Kepala Sekolah kami, yang diteruskan dari WA Kadis Pendidikan Morowali” jelasnya.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Morowali, Amir Aminudin yang dikonfirmasi via pesan Whats App, Minggu siang ( 26/09/2021) menjelaskan bahwa soal keterlambatan gaji guru kontrak disebabkan karena ada penambahan anggaran di APBD Perubahan tahun 2021 ini.

“Buku APBD Penetapan Tahun Anggaran 2021 terdapat kekurangan plafond Anggaran Guru Honorer. Ini terjadi karena kesalahan penginputan anggaran, maka pada APBD Perubahan inilah anggaran honorarium guru kontrak disesuaikan anggarannya, dan ini sudah selesai perhitungan dan penginputannya. Namun saat ini kami masih terkendala sinkronisasi pada aplikasi SIPD, sehingga belum bisa dilakukan penarikan dananya. Sementara berkas administrasi tagihan kami sudah siapkan untuk diajukan ke Dinas Keuangan, namun belum bisa diproses karena sementara sinkronisasi sistem di SIPD” urainya.

Amir Aminudin berharap agar anggaran tersebut bisa terealisasi secepatnya. Mudah-mudahan awal bulan Oktober ini kami ajukan penagihannya 3 bulan sekalian, yakni honor bulan Juli, Agustus, dan September. Melalui kesempatan ini pula, kami memohon maaf atas keterlambatan ini, hanya kendala sistem saja, dananya juga sudah siap di kas daerah. Selama inikan gaji mereka lancar-lancar saja, setiap awal bulan sudah disalurkan. Harapan saya selaku penanggungjawab pada Dinas Pendidikan, agar bapak/ibu guru dapat memakluminya, saya juga yakin pasti ada hikmah dibalik semua ini” tandasnya.***

Reporter: Bambang Sumantri

banner 728x90

Pos terkait