Pakar Wajah Mengatakan, Wajah Ferdy Sambo Usai Dipecat Dominan Marah

Irjen Ferdy Sambo diberi sanksi pemecatan dalam sidang etik kepolisian terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J (Tangkapan layar youtube POLRI TV RADIO)

Editor/Sumber: Faqih Azzura/ Detik.com

Jogja- Ferdy Sambo baru saja dipecat dari Polri usai sidang etik tertutup digelar di Gedung TNCC Polri pada Kamis (25/8). Dilansir detikNews, setelah berlangsung selama 17 jam, Kabaintelkam Polri Komjen Ahmad Dofiri selaku pimpinan sidang memutuskan untuk memberhentikan secara tidak hormat Ferdy Sambo dari Polri.
Namun Sambo kemudian mengajukan banding atas keputusan tersebut. Usai dipecat dari Polri, ekspresi wajah Sambo disebut mengandung rasa amarah dan kesedihan.

Baca Juga

Hal ini diungkapkan langsung oleh pakar gesture Handoko Gani, yang merupakan instruktur Ahli Deteksi Kebohongan dari dunia sipil yang bergelar diploma di bidangnya. Ia juga memiliki otoritas untuk menggunakan alat Layerd Voice Analysis (LVA).

“Ketika itu memang keliatan ada rasa marahnya yang sangat dominan dan juga masih memperlihatkan sisa-sisa kesedihan, ” terang Handoko dikutip dari detikNews.

“Jadi kalau dari foto itu saja, mungkin itu mewakili tindakan banding yang dilakukan,” sambungnya. Handoko menyebut dari foto-foto Sambo setelah dipecat hanya tampak kemarahan dan kesedihan, dan tidak ada emosi selain itu.

“Marah itu kan ada banyak. Marah sekali dan kurang marah itu kan ada. Kalau kita melihat dari upaya banding saja, kita nggak bisa lihat. Selain dari foto-foto itu, nggak kelihatan emosi lain,” ungkapnya. Handoko turut menegaskan bahwa dari ekspresi marah tersebut tidak bisa langsung ditafsirkan penyebabnya.

“Dan yang paling dominan dari marah dan sedih, yang paling dominan itu marah. Tapi kita nggak tahu marahnya kenapa ya. Jadi nggak boleh interpretasi,” terangnya. ***

Berita terkait