Gagal Deklarasi Anies, Ini Komentar PKS, Apa Benar Karena Bandar

Foto: Gramedia.com

4 Hal Dibahas

Setidaknya ada 4 hal yang jadi pembahasan sebelum deklarasi Koalisi Perubahan. Salah satunya membahas capres-cawapres.

Baca Juga

“Teman-teman sekalian, desain gagasan ini penting, platform pembangunan, yang kedua tentu kita melihat bagaimana strategi pemenangan, ketiga tentu saya sangat berharap nanti ketika diumumkan bukan hanya capres cawapres, tapi kandidat line up kabinetnya,” katanya.

“Jadi, platform pembangunan kita, strategi pemenangan dan line up kabinet, baru capres cawapres, 4 ini kita deklarasi,” imbuhnya.

Seloroh Fahri Hamzah

Fahri Hamzah sebelumnya menyebut semua orang tahu jika batalnya deklarasi koalisi pro-Anies karena bandar belum sepakat. Fahri Hamzah menyinggung angka 20 persen yang belum terkumpul.

“Deklarasi tanggal 10 November sudah gagal, gara-gara bandar belum sepakat. Sudahlah, kita kan sudah tahu semua kan, bandar belum sepakat, duit belum terkumpul, 20 persen belum terkumpul, ya gagal,” ujar Fahri Hamzah dalam acara Adu Perspektif yang ditayangkan di detikcom berkolaborasi dengan Total Politik, Rabu (9/11/2022).

Fahri tidak menjelaskan lebih lanjut soal ‘bandar’ yang dimaksud. Dia lanjut menuturkan analisisnya soal pengaruh ‘bandar’ dalam pemilu.

“Yang bisa jatuhkan partai itu bandar, pembelian tiket itu. Pengumpulan tiket 20 persen itu bukan kerja parpol, itu kerja bandar. Parpol nggak sanggup, Anies Baswedan nggak sanggup,” terangnya.

Fahri mengatakan partai yang bebas dari bandar hanya satu. Mereka yakni PDIP.

“Yang agak bebas dari bandar cuman PDIP, cuman PDIP nggak punya calon sendiri yang populer, calonnya yang tidak dikehendaki, itu kan dilema,” tuturnya.

Berita terkait