Kepmen ESDM mengindikasikan daerah penghasil SDA menjadi penonton dan menerima dampak kerusakan ekologis dan sumber bencana alam. ‘’Ini sangat tidak adil dan jauh dari asas bangsa dan negara,’’ tandasnya keras.
Ia menilai kebijakan tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan karena tidak memasukkan Kabupaten Morowali dan Morowali Utara sebagai daerah pengolah mineral.
Kedua wilayah itu disebut sebagai pusat hilirisasi nikel terbesar di Indonesia sekaligus lokasi berbagai proyek strategis nasional (PSN) di sektor pengolahan mineral.
Setidaknya terdapat empat kawasan industri dan proyek hilirisasi nikel berstatus PSN di wilayah tersebut, yakni Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kawasan Industri BTIIG (Baoshuo Taman Industry Investment Group), Kawasan Industri Stardust Estate Investment (SEI) di Morowali Utara, serta Vale Indonesia Growth Project (IGP) Morowali. Keberadaan empat proyek ini menjadikan Morowali dan Morowali Utara sebagai episentrum industri pengolahan nikel nasional.








