TAJUK REDAKSI | KAILIPOST.COM
FORUM KOMUNIKASI PIMPINAN DAERAH SULAWESI TENGAH retak? Atau Tak kompak satu case penambangan tanpa izin (PETI). Utamanya antara alat negara – polisi dan pemerintah daerah.
Media arus utama beberapa hari ini menyajikan pemberitaan ‘saling berbalas pernyataan’ antara Kapolda Irjen Pol Endi Sutendi, Wakapolda Brigjen Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Sekretaris Komisi III DPRD Muhammad Safri dan Gubernur Anwar Hafid.
Gubernur Anwar Hafid sejak dilantik langsung bertekad mengutamakan janjinya mensejahterahkan masyarakat ketimbang lingkungan hancur – hancuran yang tak sebanding dinikmati daerah. Tambang galian C yang membahayakan dihentikan permanen. Ia pun digugat secara hukum.
Anwar pun ‘melapor’ ke Menteri Lingkungan Hidup di Jakarta beberapa hari lalu. Ia diterima langsung Menteri KLH Hanif Faisal (13/1/2026). Anwar mengantisipasi dirinya tak mau disalahkan bila terjadi kerusakan lingkungan dan bencana.







