SULTENG – Sesuai ilmu syariat, seorang alim ulama Iran memberi pesan, setelah usia menginjak 40 tahun, ada tiga hal yang harus ‘dipaksa’ tak ditinggalkan.
Pertama; dipaksa tak meninggalkan salat, Dipaksa tak meninggalkan sedekah dan ketiga; dipaksa tak meninggalkan olahraga. Dan mungkin, pesan alim ulama itu kini terjadi di halaman kantor gubernuran utamanya di masjid Al Mujahidin Jalan Samratulangi Palu Timur.
Pantauan wartawan kailipost.com, Jumat Subuh (9/1/2026) masjid yang dibangun pasca bencana alam 28 September 2018 lalu meluap bukan karena banjir akibat intensitas hujan sebagaimana peringatan klimatologi. Tapi meluap ‘kesalihan birokrasi akibat aturan’ pejabat eselon II B dan II A Pemprov dan sekretariat daerah Sulteng.
Untuk jamaah muslimah di lantai dua nampak penuh. Sedangkan jamaah muslim meluap bak banjir hingga halaman masjid Al Mujahidin. Umumnya para pejabat yang belum lama ini dilantik dan beberapa pejabat sekretariat eselon II B, eselon III dan IV.
GUBERNUR PERINTAHKAN SALAT
Era Anwar – Reny memang agak berbeda pendekatannya pada birokrasi. Gubernur Anwar menegaskan salat wajib dilakukan pejabat. Bahkan tinggalkan rapat dan aktivitas apapun ketika azan. Ia bahkan tak segan – segan mengevaluasi pejabat yang tak rutin Subuh Berjamaah.
‘’Dengan Allah saja tidak takut, apalagi dengan gubernur,’’ ujar Anwar berulang – ulang dalam beberapa kesempatan di masjid dihadapan pejabat.
Beredar informasi pejabat baru (36 pejabat) akan di retreat di masjid beberapa hari. Retreat bertujuan mengonsolidasikan kembali visi misi Pemprov, menyatukan gerak percepatan program strategis BERANI dan kekompakan dan kesalihan birokrasi. ***







