Dugaan Persekusi Menyeret Istri Anleg Akan Dilimpahkan ke JPU

  • Whatsapp
banner 728x90

Morowali,- Kasus dugaan persekusi yang dilakukan oleh tiga pelaku masih dilanjutkan prosesnya oleh pihak Polres Morowali Utara. Kasus tersebut diketahui terjadi beberapa bulan lalu, yang melibatkan salah seorang oknum anggota DPRD Morowali asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), berinisial “SL”.

“SL” diduga berselingkuh dengan seorang wanita berinisial “AD”. Wanita tersebut kemudian mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari istri dan keluarga “SL”. Tindakan para terduga pelaku yakni, “RO”, “SF”, dan “RN” dengan melakukan penganiayaan bahkan nyaris menelanjangi “AD” yang berada dalam mobil “SL” di wilayah Kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara.

Bacaan Lainnya

Nampak jelas perlakuan para terduga pelaku dalam sebuah rekaman video amatir yang sudah beredar luas di media sosial dan mendapatkan berbagai tanggapan dari netizen.

Kasus tersebut awalnya ditangani oleh pihak Polsek Petasia, namun saat ini sudah ditarik ke Polres Morowali Utara untuk ditindaklanjuti. Ketiga tersangka bahkan sempat ditahan di Mapolres Morowali Utara, namun dilepas kembali karena ada permintaan penangguhan penahanan.

Seperti diketahui, ketiga terduga pelaku persekusi, yakni “RO” yang merupakan istri dari “SL” adalah merupakan salah seorang Aparatur Sipil Negara/Guru yang bertugas di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali, sedangkan “SF” dan “RN” adalah tenaga honorer di lingkup Pemkab Morowali.

Kasat Reskrim Polres Morowali Utara, Iptu La Sida yang dikonfirmasi Sabtu (12/09/2020) mengatakan bahwa kasus tersebut sudah sampai pada tingkatan penyidikan dan dalam proses untuk pelimpahan berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kalau tidak ada halangan, dalam minggu depan sudah akan diserahkan ke JPU,” singkatnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Morowali, Drs Taslim yang diminta tanggapannya terkait status ketiga terduga pelaku, dengan singkat mengatakan menunggu proses di pengadilan.

“Kita tunggu keputusan pengadilan,” tandasnya.

Reporter: Bambang Sumantri

banner 780x80

Pos terkait

banner 780x80