PALU — Keputusan membuka kembali aktivitas tambang nikel Hengjaya di Morowali pasca kecelakaan kerja fatal menuai kritik keras dari Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri.
Ia menilai, narasi “kepatuhan terhadap standar keselamatan” yang digaungkan perusahaan dan pemerintah berpotensi menjadi legitimasi prematur atas tragedi yang belum sepenuhnya dijelaskan ke publik.








