Tepatnya kemarin malam saya saling chating, ‘’Tuaka kita ketemu tanggal 14 di Palu,’’ jawab Hadi ke pertanyaan yang saya ajukan. ‘’Minta doa tuaka, nanti saya temui komiu,’’ tulisnya lagi dengan nada ‘tende’ guman saya sambil senyum membacanya. Iya siapa tidak senyum senyum, hanya mau menjawab pertanyaan wartawan, sumber rela akan menemui. Diksi tende (pujian).
Sebelumnya, saya pun mendapat konfirmasi dari inners circle Hadi, bahwa keputusan mundur dari Partai Hanura sudah beberapa bulan lalu. Tentu keputusan itu bisa dari faktor kontemplasi politik, pertimbangan reel cost politik di masa depan dan kekuatan politik baru bila masuk di partai politik level hight. Begitu kira kiranya.







