Duta Damai Dunia Maya: Potret Sekularisme Pada Pemuda

Foto: Eka Rezky W Rahmadani S.Pd

Islam adalah halangan terbesar atas eksistensi ideologi kapitalisme sekularisme. Orang-orang kafir akan senantiasa mencari jalan agar umat ini tetap terlelap dengan ide-ide mereka. Menghalau stigma radikal kepada Islam memang harus dilakukan, tetapi bukan berarti menjadi pengusung moderasi.

Umat Islam harus punya agenda sendiri. Yakni berdakwah memberi kesadaran pemahaman yang benar kepada umat; menjelaskan kerusakan ide-ide yang bertentangan dengan Islam; mengkaji Islam secara kafah agar tidak terjebak pada pemikiran yang salah; serta menguatkan ikatan akidah dan ukhuwah agar tidak mudah dipecah belah oleh musuh Islam.

Islam sudah sempurna dengan penjelasan yang berdasar Al-Qur’an dan Sunah. Tidak perlu mencari tafsiran lain selain dari keduanya. Apa yang disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Syamsul Bahri, memang benar. Ia mengatakan Islam itu harus dipahami secara kafah (menyeluruh), tidak boleh sepotong-sepotong memahaminya.

Begitulah semestinya sikap seorang muslim. Berislam jangan nanggung. Harus utuh dan menyeluruh. Allah Swt. berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (TQS Al-Baqarah: 208). ***

Biodata Pribadi Penulis:
Nama: Eka Rezky W Rahmadani S.Pd
Aktivitas: Penulis, Conten Creator, dan Pemerhati Generasi

Berita terkait