Palestina Membutuhkan Tentara Kaum Muslimin Untuk Melenyapkan Entitas Penjajah

  • Whatsapp

‚ÄčNamun persatuan umat dalam menghentikan Genosida penjajah etnis Yahudi ini bisa dilakukan jika adanya kekuatan Negara yang memberi solus tuntas namun sekat nasionalisme telah menggeser kedudukan ikatan akidah pada nomor kesekian. Fakta inilah yang bisa kita lihat pada sikap negeri-negeri muslim yang menggelar KTT Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Meski mengatakan bahwa KTT Luar Biasa OKI menghasilkan resolusi berisi 31 keputusan kuat dan keras, tetap saja tawaran solusinya masih mengulang kecaman dan resolusi yang membebek pada solusi Barat. Faktanya, Palestina masih membara hingga kini. Begitu juga sekat geografis telah membuat negeri-negeri muslim dengan potensi militer dan demografi hanya terlihat di atas kertas. Penjajahan pemikiran yang kaum kuffar susupkan sejak kekhalifahan Islam berkuasa terus berlangsung hingga kini. Kaum kuffar membekap kritisme kaum muslimin melalui perjanjian-perjanjian maupun kerja sama bersyarat.

Kaum muslim seharusnya tidak terus dalam labirin pemikiran sesat kaum kuffar. Mereka harus memahami hakikat masalah Palestina. Menyikapi entitas Y4hudi tidak cukup dengan sekadar mengecam. Harus ada langkah konkret dan solutif bagi permasalahan Palestina. Permasalahan utama dan mendasar atas berbagai problem umat Islam sesungguhnya karena ketiadaan institusi pemersatu, yakni kekhalifahan Islam. Institusi yang diruntuhkan melalui konspirasi Y4hudi ini sesungguhnya merupakan kunci bagi kemenangan kaum muslim. Untuk itu, negeri-negeri kaum muslim harus terlebih dahulu melepaskan belenggu nasionalisme yang menjerat mereka dan bersatu dalam kekhalifahan Islam.

Tentu ini membutuhkan konsolidasi umat Islam secara global sehingga perlu adanya solusi jangka pendek untuk melawan entitas Y4hudi di bumi Al-Aqsha. Solusi ini tidak lain adalah jihad. Sudah selayaknya kapasitas para penguasa negeri-negeri muslim adalah dengan memobilisasi pasukan militer mereka ke Palestina. Umat Islam sesungguhnya mampu melakukan ini, cukup dengan menghadirkan keberanian dan hati nurani terhadap saudara seakidah. Palestina adalah kiblat pertama umat Islam. Palestina juga merupakan tempat Rasulullah melakukan Isra Mikraj. Di sisi lain, tanah Palestina adalah tanah yang ditaklukkan pasukan kaum muslim pada masa Khalifah Umar bin Khaththab. Jadi, sangat beralasan bagi kaum muslim untuk membebaskan Palestina.

Langkah-langkah taktis ini harus tetap diiringi dengan kesadaran untuk bersatu hingga kaum muslim mampu tampil di pentas politik internasional secara mandiri tanpa intervensi pemikiran Barat. Di sinilah urgensi upaya-upaya strategis untuk mengembalikan institusi pemersatu umat Islam, kekhalifahan Islam. Institusi inilah yang akan menjadi pelindung mereka dari berbagai bentuk penjajahan kaum kuffar, kini dan nanti. (aktivis muslimah/pengajar)

Opini : Uli Askiyah SPd

Berita terkait